belbuk

Toko Buku Online

Boediono Cawapres SBY

Boediono cawapres Susilo Bambang Yudoyono sudah beredar kalau SBY sudah menentukan kalau Gubernur BI Boediono sebagai pendampingnya.

Mengapa sampai Boediono yang terpilih, kemungkinan karena Partai Demokrat termakan oleh isu koalisi besar. Lalu muncul pemikiran untuk memecah koalisi besar tersebut tidak salahnya untuk merapatkan barisan dengan PDIP, akhirnya terpilihlan Boediono. Bukankah Boediono adalah orangnya Megawati. Mengapa dikatakan orangnya Megawati? Karena semasa Megawati menjabat presiden Boediono merupakan pilihan Megawati untuk menjabat Menteri Keuangan dan Boediono berhasil membawa departemen itu ke arah yang lebih baik.

Tanpaknya juga intern partai PDIP juga setuju jika Boediono jadi pendamping SBYwalaupun ada sebagian yang mendukung Hatta Radjasa. Jika Boediono yang diusung jadi cawapres SBY kemungkinan besar Megawati tidak akan mencalonkan diri jadi presiden. Dengan adanya koalisi PDIP-Demokrat kader-kader PDIP bisa duduk dikabinet.

Dengan dipilihnya Boediono ada 3 partai yang kecewa yaitu PKS, PAN dan PPP karena mereka tetap menginginkan cawapres SBY berasal dari partai. Lain halnya dengan PKB, mereka tidak mempersoalkan cawapres SBY dari parpol/ nonparpol

"Sudah tidak relevan lagi mempersoalkan parpol dan nonparpol. Serahkan saja kepada capresnya," kata Marwan kepada detikcom.”

Menurut Marwan, sosok pendamping SBY tidak harus dibedakan antara wakil parpol atau nonparpol. Yang terpenting, lanjut Marwan, kemampuannya dalam memimpin negara bersama presiden terpilih nantinya.

"Kalau dipaksakan dari wakil parpol tetapi tidak punya kredibilitas dan kecocokan dengan capresnya, nanti bisa tidak optimal. Begitu juga kalau dipaksakan nonparpol, tetapi tidak melihat kapasitasnya juga tidak akan baik," papar Marwan.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2011 Informasi dan Teknologi
Designed by MutiarabhuanaPowered by Blogger