belbuk

Toko Buku Online

Menulis Email Berakhir di Penjara

Kebebasan berpendapat dikekang. Bukankah kebebasan berpendapat dilindungi Undang-Undang Dasar 1945? Tetapi mengapa gara-gara mengirim email ke beberapa kerabat dan akhirnya masuk ke Surat Pembaca membuat masuk penjara?

Kasus tersebut menimpa Ibu Prita Mulyasari yang merupakan pasien Rumah Sakit Omni International. Ibu Prita Mulyasari mengeluh dengan layanan pihak RS Omni International yang telah dianggapnya telah membohonginya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Prita juga menyesalkan sulitnya mendapatkan hasil lab medis yang ditulis melalui emailnya dan disebarkan kepada beberapat kerabat yang akhirnya menyebar melalui mailing list. Emailnya yang ditulisnya tersebut  bisa anda baca selengkapnya di :

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif

Karena email tersebut, akhirnya berbuntut panjang, pihak Rumah Sakit Omni International menuntut Ibu Prita Mulyasari dan memperkarakan Prita Mulyasari ke pengadilan. Prita Mulyasari dijerat dengan UU Informasi dan Traksaksi Elektronik (ITE) dengan hukuman maksimal 6 tahun atau denda Rp 1 miliar. Dengan kasus ini banyak yang beranggapan Prita Mulyasari sebagai korban dari penyalahgunaan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Tetapi untunglah pada pukul 15.30 WIB tanggal 03 Juni 2009 surat penangguhan penahanan Prita Mulyasari yang diajukan sang suami, disetujui Pengadilan Negeri Tangerang.  Status penahanan Prita dialihkan, dari tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP), menjadi tahanan kota. dengan pertimbangan, Prita masih mempunyai dua anak kecil dan dipercaya tidak akan menghilangkan barang bukti serta melarikan diri. Atau juga penangguhan penahanan ini karena simpati dan dukungan dari Bapak Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dan Ibu Megawati (Mega) dan berbagai pihak termasuk dari para blogger dan facebookers ?

4 komentar:

dafhy mengatakan...

suatu dukungan adalah sebuah wujud kepedulian kita terhadap sesama, kita lihat sendiri pemerintah tak pernah bisa memberikan kepeduliannya kepada rakyatnya. maka dari itu mari kita dukung sesama(di baca ibu prita) karena pemerintah telah buta dan mati rasa.

negara demokrasi adalah negara yang bebas untuk mengeluarkan pendapatnya. apakah para blogger juga akan dipenjara dengan pendapat mereka di blognya?

Togar Lubis mengatakan...

Kasus yang menimpa Mbak Prita merupakan bukti nyata bahwa penegak hukum kita masih suka mempermainkan hukum atau menerapkan pasal-pasal hukum yang keliru untuk kepentingan pribadi atau kelompok di negeri ini. Disisi lain kasus tersebut merupakan gambaran bahwa "sejumlah orang" masih senang "membungkam" keluhan, kritik dan apa yang dirasakan oleh rakyat. Jika hal ini dibiarkan maka kebebasan mengeluarkan pendapat yang dilindungi oleh UU akan segera "mati" di negeri ini. Tetap semangat Mbak Prita, doa kami bersamamu. salam, Masyarakat Marginal Sumatera Utara.

belajar seo para pemula mengatakan...

mau di bawa kemana indonesiaku?kacau payah,malaysia yang kaya gitu masih di biarin aja dengan alasan kita negara yang lemah lembut,eeh.. Urusan email malah di kejar2,emang para penegak hukum lebih suka ngurusi wong cilik (lebih mudah di kadalin)

Lomba Seo Rusli Zainal Sang Visioner mengatakan...

[...] Menulis Email Berakhir di Penjara Kebebasan berpendapat dikekang. Bukankah kebebasan berpendapat dilindungi Undang-Undang Dasar 1945? … [...]

Posting Komentar

Copyright 2011 Informasi dan Teknologi
Designed by MutiarabhuanaPowered by Blogger