belbuk

Toko Buku Online

Puasa Ramadhan Dan Kesehatan Tubuh

Bagaimana sebaiknya kita pada bulan puasa ketika mengidap penyakit tertentu seperti yang diuraikan dibawah ini.
Sakit maag. Bagi yang sedang sakit maag ringan ataupun sedang, puasa justru menolong mempercepat kesembuhan. Lambung kita diberi kesempatan istirahat cukup lama selama kita puasa. Beberapa makanan yang menyebabkan sakit maag kambuh, kita hindari sehingga keluhan berkurang. Cukup banyak pasien sakit maag yang sembuh atau paling tidak kebutuhan minum obat maag, amat berkurang. Tentu untuk yang sakit maag berat, yang disertai gejala muntah atau nyeri hebat, tidak dianjurkan puasa. Perlu pengobatan yang intensif, sehingga tahap akut sakit maag selesai.

Kencing manis (Diabetes mellitus, DM). Pada orang kencing manis, puasa dapat membantu kontrol gula darah menjadi lebih baik dan menurunkan kadar trigliserida, yaitu sejenis lemak dalam tubuh. Sementara itu dr Reno, membuktikan manfaat puasa pada penderita kencing manis yang ditelitinya di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI- RS Cipto Mangunkusumo Jakarta; puasa menurunkan kadar fruktosamin dalam darah penderita kencing manis, sehingga kadar glukosa darah menjadi lebih terkendali selama puasa. Sebagian besar orang dengan kencing manis dapat berpuasa, banyak manfaatnya, namun ada, walaupun amat sedikit, pasien diabetes yang sebaiknya tidak puasa untuk sementara. Pengobatan yang dilakukan sebelum puasa perlu dilanjutkan dengan beberapa modifikasi. Mengingat pengobatan DM tidak hanya dengan minum obat, maka jangan lupa juga untuk tetap mematuhi diet (makan banyak sayur dan buah, membatasi asupan kalori) dan berolahraga. Selama puasa tidak ada perubahan asupan makanan yang diperlukan, yang disesuaikan adalah pola makannya. Sebaiknya penyesuaian pola diet tersebut sudah mulai dilakukan menjelang bulan Ramadhan, secara bertahap, agar saat berpuasa sudah terkondisi dengan pola tersebut. Dampak negatif, itu pun amat sangat jarang terjadi pada pasien DM saat berpuasa, adalah turunnya gula darah secara berlebihan (hipoglikemia), sehingga yang mengalaminya merasa pusing, dan keringat dingin. Dalam hal ini, puasa perlu dihentikan. Untuk mengantisipasinya, maka diperlukan perencanaan yang baik sebelum memulai puasa. Anggota keluarga perlu mengetahui mengenai kondisi penyakit kita (kalau ada diabetes) serta gejala-gejala yang perlu diwaspadai dan cara penanggulangannya.
Dehidrasi. Untuk menghindari dehidrasi (kekurangan cairan), kita perlu cukup minum sewaktu buka sampai sahur, upayakan banyak minum sejak berbuka sampai saat makan sahur, minimal sebanyak 8 gelas belimbing (1.600 - 2.000 cc setiap hari).

Olahraga di bulan puasa. Olahraga untuk menjaga kesehatan kita atau bagian dari pengobatan yang sedang kita jalani, perlu terus dilanjutkan dengan teratur, minimal setengah jam setiap hari. Ada baiknya olahraga tidak dilakukan di pagi atau siang hari dan intensitasnya dikurangi. Lakukan olahraga sejam sebelum buka puasa atau sekitar 2 jam setelah berbuka. Olahraga dapat digantikan dengan berjalan cepat, termasuk berjalan cepat ke dan dari masjid untuk shalat tarawih. Harus diingat, berjalannya harus berjalan cepat, bukan berjalan santai.

Puasa, radikal bebas, dan antioksidan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr Deni, di Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Jakarta, melaporkan mengenai manfaat puasa terhadap radikal bebas dan antioksidan. Penelitian tersebut melaporkan bahwa puasa pada orang muda dan sehat menurunkan radikal bebas dan meningkatkan antioksidan.

Penurunan radikal bebas ini disebabkan karena pada puasa terjadi penurunan asupan kalori yang terutama berasal dari karbohidrat. Untuk diketahui, radikal bebas berperan pada timbulnya berbagai penyakit dan proses penuaan karena radikal bebas menimbulkan kerusakan sel yang mendasari berbagai penyakit antara lain penyakit jantung, diabetes mellitus, aterosklerosis, hipertensi, stroke, dan sakit sendi. Jadi, puasa dapat mencegah berbagai penyakit tersebut dan puasa dapat memperlambat proses penuaan.

Sedangkan antioksidan yang meningkat pada bulan puasa berperan untuk menetralkan radikal bebas. Jadi, puasa bermanfaat untuk menjaga kesehatan, mencegah berbagai penyakit dan memperlambat proses penuaan.

Puasa juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk sakit maag ringan dan sedang, menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol, memperbaiki kesehatan orang yang gemuk dan obesitas serta memudahkan pengendalian kadar gula darah pada orang dengan kencing manis.

2 komentar:

Tri Yudar mengatakan...

Banyak juga ya manfaat puasa, tapi yang perlu diperhatikan mungkin jangan cuma puasanya, tapi ibadahnya juga... :-)

yasmine mengatakan...

ternyata puasa juga bisa jadi terapi penyembuh ya. . .

Posting Komentar

Copyright 2011 Informasi dan Teknologi
Designed by MutiarabhuanaPowered by Blogger