belbuk

Toko Buku Online

Tips Mengamankan File Penting Di Hardisk

Video seks ‘Ariel’ diperkirakan bisa bocor di internet karena hardisk eksternalnya hilang. Berikut tips pakar keamanan RI agar file penting yang ada di hardisk aman.

CEO perusahaan keamanan Vaksin.com Alfons Tanujaya menyebutkan metode keamanan berbanding terbalik dengan kenyamanan. Semakin aman suatu file, maka semakin tidak nyaman dalam mengakses file tersebut.

“Hal ini disebabkan semakin besar tingkat keamanan yang kita inginkan, maka tentu saja didesain untuk sulit diakses termasuk oleh sang pemilik,” katanya di Jakarta.

Alfons menjelaskan untuk Windows Vista, pengguna dapat memanfaatkan fasilitas bitelocker. Untuk sistem operasi lain juga ada dan produsen sudah menyediakan sistem keamanan tersebut.

Bitelocker merupakan metode encrypt di mana individu mengenkripsi data tertentu sehingga ketika dicopy dan dibuka terdapat beberapa tahap pengamanan. “Saat meng-copy data atau membuka data kita diminta untuk memasukkan password dan sistem kredensial. Paduan mengenkripsi sebenarnya tersedia di komputer tersebut dan dapat dilakukan oleh semua pemilik komputer,” ujar Alfons.

Alfons menerangkan bahwa saat mengamankan data lewat enkripsi. “Kredensial adalah file khusus tambahan yang bisa didownload dari folder manapun di dalam komputer. Jadi meskipun saat membuka si orang iseng tahu password, tapi jika tidak tahu file tambahan untuk didownload maka file ini tidak dapat dibuka,” katanya.

Alfons menegaskan yang penting adalah saat membuat pasword dan menentukan kredensial, karena semakin sulit password dan kredensial maka semakin aman file tersebut.

“Enkripsi ada yang 128 bit, ada yang dobel bahkan semakin tinggi sehingga tingkat kesulitan semakin rumit. Tapi, tentu saja berdampak pada waktu loading untuk pembukaan file tersebut. Semakin tinggi bit juga semakin lama waktu yang dibutuhkan,” terang Alfons.

Alfons juga mengingatkan meskipun file dapat dihapus, tapi tetap saja masih tersedia di hard disk. “Ini yang banyak keliru di masyarakat. File meskipun sudah kita hapus di tampilan ataupun recycle bin, tapi sebenarnya file tersebut masih tersimpan di hard disk.”

Menurut Alfons, ini merupakan cara komputer untuk menyingkat waktu saat penghapusan file dalam komputer. “Secara logika, kalau benar-benar terhapus dari hard disk, ini membutuhkan waktu sangat lama sehingga komputer memang didesain seperti itu.”

Alfons mengingatkan bahwa keamanan sebuah data sebenarnya terkait dengan keberadaan orang terdekat. “Ancaman terbesar pembobolan data menurut data sekuritas, 20% adalah pelaku di luar lingkungan pemilik, tapi 80% kebocoran data dilakukan oleh orang terdekat pengguna, karena mereka memiliki akses yang besar untuk membuka file tersebut.(inilah.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright 2011 Informasi dan Teknologi
Designed by MutiarabhuanaPowered by Blogger