belbuk

Toko Buku Online

Cara Merawat Aki Kendaraan Bermotor


Hampir semua jenis kendaraan bermotor menggunakan aki untuk sistem pengapian dan kelistrikan. Karena perangkat ini merupakan komponen vital untuk pengoperasian kendaraan.

Aki termasuk sel sekunder, karena selain menghasilkan arus listrik, aki dapat diisi kembali dengan arus listrik (dengan air aki/accu zuur). Secara sederhana, aki di pasarkan dengan dua pilihan, yakni aki basah dan aki kering.

Untuk aki basah, jika dayanya melemah dapat ditambahkan air aki. Untuk aki kering tidak dapat ditambahkan air aki, namun dayanya lebih kuat. Biasanya harga aki kering lebih mahal dibanding aki basah.

Biasanya, usia aki ditentukan dari cara pemakaian. Jika si pengendara boros menggunakan fitur yang berarus langsung ke aki, perangkat itu pun mudah lemah, atau harus di tambahkan daya. Selain itu, jika aki tersebut bermasalah, sistem kelistrikan pada kendaraan bermotor pun akan mati total.

Untuk itu, kita sebagai pengguna kendaraan bermotor yang sering kali memanfaatkan fitur aki, harus sering kali mengecek serta merawat kadar dan kapasitas kelistrikan aki tersebut. Berikut langkah-langkah perawatan aki yang bisa dilakukan:

  • Pantau kuantitas maupun kualitas air aki. Air aki harus selalu terjaga di antara garis low level dan upper level yang biasa tertera pada kotak aki. Bila berada di bawah low level, segera tambahkan air aki (untuk aki basah). Karena, air aki berfungsi untuk membantu mendinginkan sel-sel aki. Bila air aki berkurang dan tidak segera ditambah, sel-sel di dalam aki bisa menjadi berubah bentuk (melengkung, harusnya sel-sel ini sejajar dan tegak lurus). Lengkungan sel-sel ini bisa membuat plat positif dan negatif bersentuhan, yang akhirnya memicu konsleting. Konsleting itulah yang membuat aki tidak mampu menyimpan listrik.
  • Periksa terminal-terminal pada aki. Cek apakah terjadi korosi atau tidak. Korosi dapat dibersihkan dengan menyiramkan air panas pada terminal-terminalnya. Lihat juga kabel-kabel positif dan negatif. Mungkin kendor atau longgar. Korosi dan kabel yang kendor membuat daya hantar arus listrik lemah. Sehingga, arus yang mengalir ke motor starter kecil dan tidak cukup kuat untuk memutar mesin. Beri gemuk atau grease pada terminal-terminal untuk mencegah korosi.
  • Selesai berkendara, matikan dulu komponen-komponen kelistrikan sebelum mematikan mesin, agar pada saat dihidupkan kembali beban aki fokus ke sistem starter.
  • Jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, copot terminal negatif agar setrum di aki tidak terus menerus tersedot.

Ingat, daya tahan dan kekuatan aki sangat dipengaruhi perawatan. Biasanya, dalam satu tahun aki sudah mulai bermasalah, misalnya tidak sanggup lagi menyimpan tegangan dalam waktu yang lama. Dengan perawatan yang baik dan tepat, masa pakainya bisa lebih dari satu tahun. (http://today.co.id)

0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright 2011 Informasi dan Teknologi
Designed by MutiarabhuanaPowered by Blogger